RTIK
0
desa.id (2013)
9000
desa.id (2019)
2012
Digagas (Publik)
2013
Domain Instansi
2013
0.72%
2014
1.64%
2015
3.91%

Prosentase jumlah pengguna domain desa.id
dihitung berdasarkan jumlah desa = 75.436 (Data BPS, 2018)

2016
Web Designer 3.57%
2017
6.04%
2018
9.87%
2019
12.5%

Hingga akhir tahun 2012, desa belum memiliki domain internet “Resmi”. Saat itu masih berlaku, Permenkominfo No. 28 Tahun 2006 tidak mengakui desa sebagai bagian dari Pemerintahan Republik Indonesia, sehingga tidak dapat menggunakan domain “go.id”. Karena itu desa-desa yang tergabung dalam Gerakan Desa Membangun (GDM) kemudian menggagas usulan domain internet Indonesia khusus untuk desa “desa.id”.

Diusulkan dan dibahas di forum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sejak akhir Desember 2012, kemudian diusulkan resmi dalam forum Diskusi Umum Terbuka PANDI, 12 Februari 2013, diterima dan disetujui Forum Nama Domain Indonesia, kemudian diluncurkan ke publik pada 1 Mei 2013.

Domain desa.id kemudian melahirkan semangat pemberdayaan masyarakat baru berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sehingga melibatkan ribuan Relawan TIK, Kemenkominfo RI dan lembaga / organisasi kemasyarakatan. Sejak 2013 muncullah gelaran event Festival DesTIKa, kemudian pada DesTIKa kedua tahun 2014 muncul kegiatan penganugerahan “DesTIKa desa.id Awards” dan melahirkan gerakan #1000webdesa dengan domain desa.id gratis pada 2013-2014 dengan lebih dari 2.000 desa penggunanya.

Pemerintah, melalui Permenkominfo No. 5 Tahun 2015 kemudian mengambilalih pengelolaan domain desa.id, mengakuinya menjadi domain instansi penyelenggara setara dengan go.id, mil.id dan .id milik pemerintahan Republik Indonesia. Sejak saat itu, pendaftaran dan pengelolaan domain desa.id dilayani oleh Registrar domain pemerintah, www.domain.go.id 

11187292_844077359006395_1181309080139656281_o

#saveDesaID

Tagar ini digunakan untuk mengkampanyekan komitmen pada penggunaan domain desa.id oleh desa, pasca pengambilalihan registrar domain desa.id, oleh registrar domain instansi penyelenggara negera, dibawah layanan Direktorat E-government, Kementerian Kominfo RI, sebagaimana diaturdalam Permenkominfo No. 5 Tahun 2015.

Kenapa harus di”save” atau di selamatkan? karena Permenkominfo No. 5/2015 memungkinkan lembaga pemerintah pusat dan daerah juga mendaftarkan desa.id, sementara persyaratan domain desa.id oleh desa justru dipersulit. Hal ini sangat bertentangan dengan semangat lahirnya domain desa.id, pada tahun 2013.

Open chat